time capsule
introduction
nisa/achin. roller-coaster nineteen. indonesian. your future prescription reader. part-time writer, pardon my posts.

facebook, path: An Nisa Nur Laila
twitter, instagram, snapchat: achinlaila
about.me/achinlaila for all social media's links


affiliates
firends with inspiration
mas ipan | mb fildzah | kunin | fitria | atusta | yuuki | nastiti | ichak | marlina | hani | rial | fitrah | dithun | aditya | paradisa | saddhana | next?

your whisper
comment and critics about the blog. don't forget your name. xoxo.


memories
2012-2013's posts are eye-scratching. beware yourself.



Layout by Steff
iemai inspired
College Girl, Ain't Me? | Sep 13, 2016

Holiday time!
Setelah sekian lama tidak bertemu dengan kata "liburan", akhirnya bertemu lagi dengan yang satu ini. Senangnya bukan main, meskipun liburan kali ini juga sedikit fana seperti semester sebelumnya. Akhirnya bertemu dengan rumah lagi, terutama dengan kebersamaan keluarga yang sudah mulai tergantikan dengan kebersamaan sesama perantauan di kos. Dengan berakhirnya semester dua, maka dapat dikatakan aku lulus dari cap "maba" dan berarti aku sudah menjalani setahun menjadi anak kuliah.

I'm a little bit shocked, knowing that myself can get through a year in college life. In pharmacy life. In Surabaya's hot flow winds. In new environment, with so much new people around me. Nggak nyangka aja gitu, anak yang 17 tahunnya terjebak di zona nyaman Malang, sekarang berani ambil resiko di tahun hidup ke 18 untuk pergi ke daerah yang hawanya berlawanan dengan daerah asalnya. Berani ambil resiko untuk menempuh kuliah di jurusan yang bisa dibilang berat tapi sering diremehkan oleh orang awam (bahkan melihat isu terbaru, pemerintah masih "meremehkan" organisasi profesi kami, Ikatan Apoteker Indonesia).

Selama setahun hidup dan berkuliah di Surabaya ini, kadang masih ngerasa kalo ini adalah mimpi. Hal yang bener-bener gak terbayangkan, yang dulunya hanya diangan dan ngerasa kalo gak bisa diwujudkan, malah sekarang dijalani dengan segala suka dan dukanya. Dunia memang terlalu cepat berlalu, ya. Kadang masih ngerasa nggak kuat aja gitu nyandang status sebagai mahasiswa, mengingat yang maha hanyalah Tuhan YME. Gimanapun, amanah orang tua harus tetap dijalankan, jadi harus semangat!

Mengenai kuliahku, ya, aku berkuliah di farmasi. Peracik obat. Pembaca resep dokter. Penjaga apotek, kata kebanyakan orang seperti itu. Banyak yang kurang memahami profesi dari kuliah yang kujalani, di sinilah tugasku untuk memberikan pemahaman kepada mereka tentang pentingnya apoteker atau farmasis dalam kehidupan, baik secara langsung atau tidak langsung. Dari keluargaku sendiri, kemudian teman-teman, dan orang lain di sekitarku. Semoga bisa :)

Apa sih yang dipelajari oleh farmasis? Banyak banget! Kimia, biologi, fisika (pelajaran yang pingin aku hindari banget, namun apa daya), matematika, filsafat, psikologi, materi kedokteran, ekonomi, dan entahlah banyak lagi. Jadi, buat kalian calon anak farmasi (atau yang sudah terlanjur tenggelam di dalamnya), bersiaplah untuk menemui berbagai mata kuliah yang namanya random setengah mati :') Agak shock sih waktu pertama kuliah, sudah bertemu dengan mata kuliah Fisika Dasar, dan Kimia Fisik di semester dua. Apa daya, aku yang lemah di Fisika ini harus bertemu lagi dengan Fisika.

Semester tiga, semester yang katanya santai. Semester dengan 16 SKS, namun memiliki SKS kegiatan non akademik di luar rata-rata. Sebagai anak yang mengusung tinggi azaz "ga boleh gabut di kos", tentu saja aku mengikuti berbagai kegiatan. Walhasil, minggu pertama kuliahku sudah terpenuhi, dengan jadwal rapat dan evaluasi. Entah apa yang akan terjadi di minggu selanjutnya. Yang jelas, akademik tetap yang pertama! Dengan mata kuliah bebas Fisika, aku harap bisa memaksimalkan diri di semester ini. Kimia Organik, Botani Farmasi, Preskripsi, Biokimia, Fisiologi-Patofisiologi, aku siap bertemu denganmu! ><

Selama setahun menjadi mahasiswa, akhirnya aku menyadari bahwa jalan hidup masihlah panjang. Masih ada skripsi, pendidikan profesi (ya, kuliahku berjalan selama 5 tahun dengan pendidikan profesi Apoteker) dengan proses penjurusan minat di industri atau rumah sakit, kemudian bekerja atau melanjutkan S2. Belum selesai sampai situ, masih ada lagi pertarungan sebenarnya untuk terjun di masyarakat. Apakah aku sudah siap untuk itu semua? Apakah 5 tahun kuliahku nantinya bisa berguna dan membuat lingkungan sekitarku lebih baik? Entahlah. Aku berharap yang terbaik, dan tentu saja berusaha yang terbaik.

Satu saranku untuk kalian, calon mahasiswa atau mahasiswa yang terlalu nganggur sampai membaca postinganku ini: carilah pengalaman sebanyak mungkin. Jangan takut "IPK rendah gabisa ngapa-ngapain" karena aku berhasil membuktikan dengan IPK pas-pasan masih bisa mengambil program international course di kampusku. Jangan takut untuk ikut kepanitiaan dan organisasi,  karena dari situlah kuliahmu yang sebenarnya dimulai. Jangan batasi diri, tapi taulah batas kemampuanmu.  Jangan memaksakan diri, kesehatan dan ibadah adalah yang utama. Yang terpenting, jangan lupa piknik! Pergi hangout, nonton film di bioskop, hunting foto yang instagram-able, pergi ke konser idola, travelling, lakukan selagi kamu bisa!
Dan yang terakhir, jangan lupa lulus :)

Selamat menikmati hidup sebagai pelajar tanpa "beban" untuk terakhir kalinya!

Labels: ,




« older poststopnewer posts »