time capsule
introduction
nisa/achin. roller-coaster eighteen. indonesian. your future prescription reader. part-time writer, pardon my posts.

facebook, path: An Nisa Nur Laila
twitter, instagram, snapchat: achinlaila
about.me/achinlaila for all social media's links


affiliates
firends with inspiration
mas ipan | mb fildzah | kunin | fitria | atusta | yuuki | nastiti | ichak | marlina | hani | rial | fitrah | dithun | aditya | paradisa | saddhana | next?

your whisper
comment and critics about the blog. don't forget your name. xoxo.


memories
2012-2013's posts are eye-scratching. beware yourself.



Layout by Steff
iemai inspired
#KTS2014 - Smansa go to Jogja | Sep 19, 2015

Heyhoo!!! Kembali lagi ke malming, yang entah kenapa rasanya amat cepat ketika berada di kota orang. Akhirnya sempet(-sempetin) juga untuk posting salah satu pengalaman yang menyenangkan selama SMA, terutama kelas 12. KTS. Apa sih KTS itu? KTS adalah salah satu program kerja dari OSIS SMAN 1 Malang, yang mana acaranya adalah bakti sosial di desa untuk kelas 10 dan 11, dan kunjungan (plus jalan-jalan) ke Perguruan Tinggi tertentu. Kebetulan, tahun lalu angkatan 2015 kedapetan berkunjung ke kota gudeg! Check the story!

26 November 2014. Awal dari perjalanan kami, IKAM15A pergi ke Jogjakarta. Awalnya semua menantikan hari ini, tapi karena ada try out mendadak, akhirnya banyak anak yang merasa kesal. Tapi tak apalah, sedikit perjuangan dibutuhkan untuk mencapai kebahagiaan, bukan? Akhirnya, setelah berkutat dengan segala urusan kelas 12, kami siap untuk pergi ber"wisata" ke Jogjakarta. Pukul 20.00, setelah sholat Isya dan pelepasan oleh kepala sekolah, kami berangkat menuju kota bergaya lama tersebut. Selama perjalanan, banyak sekali yang kami lakukan, namun aktivitas paling lama adalah tidur. Entah kenapa, dengan tidur, semua terasa lebih cepat.

27 November 2014.
Setelah nyawa terkumpul, barulah sadar bahwa kami telah sampai di Jogjakarta. Namun, kami tidak segera pergi ke Malioboro atau UGM, justru kami pergi ke sebuah tempat wisata. Wisata Goa Pindul namanya. Lumayan, nggak perlu mandi pagi sudah bisa basah-basahan.

Setelah sarapan, kami digiring menuju tempat masuk wisata Goa Pindul. Di sana, kami dipinjami satu pelampung ban tiap orangnya. Awalnya kami bingung, namun ternyata setelah terjun langsung ke bagian dalam goa, kami tau bahwa kami akan menikmati keindahan Goa Pindul selagi mengikuti arus dari Sungai Oyo. Banyak sekali stalaktit dan berbagai batuan yang berada pada di dinding dan langit-langit Goa Pindul ini. Ada tour guide yang menemani kami dalam perjalanan ini, menjelaskan semua hal tentang goa yang ternyata sudah terkenal sejak lama ini. Pada saat sampai di sisi lain goa, si tour guide mengatakan, "Disini airnya dangkal, kalian bisa berenang kalau mau". Tentu saja aku percaya dengan perkataa sang tour guide. Sebenarnya aku tidak bisa berenang, namun aku ingin mencoba untuk "berjalan" di air. Akhirnya aku memberanikan diri, namun..........

Seperti yang telah kalian pikirkan, "dangkal" yang dimaksud oleh tour guide adalah dangkal untuk berenang. Jadilah aku setengah mati berusaha untuk ke daratan dengan bergandengan tangan ke teman yang bisa berenang.

Setelah itu, kami disuruh menaiki mobil pick-up, untuk menuju wisata sungai arus. Perjalanan menuju tempat tersebut sangat menyenangkan, dan berasa seperti penjelajah (???). Setelah itu, kami kembali memakai ban, dan bergandengan tangan untuk menikmati pemandangan sembari mengikuti arus Sungai Oyo yang tidak terlalu beriak.

Setelah menyelesaikan wisata ini, kami diajak untuk pergi ke pantai. Pantai Indrayanti namanya. Aku belum pernah dengar sih, tapi sepertinya itu pantai yang bagus. Diterpa rasa penasaran, aku semakin tidak sabar untuk merasakan hawa pantai dan deburan ombak. Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya sampailah kami di Pantai Indrayanti. Pada saat itu, hari sudah sore, sehingga view yang terlihat cukup bagus. Kami diberi waktu satu jam untuk bermain, tentu saja kami tidak akan menyia-nyiakan. Bermain air, bermain pasir, dan tentu saja me-take ratusan selfie bersama teman.

Satu jam telah berlalu, akhirnya waktunya untuk ke penginapan. Eitssss, sebelum itu, kami menyempatkan diri pergi ke Malioboro. Awalnya, banyak yang menolak karena ingin segera beristirahat, tapi akhirnya mereka teringat dengan nasihat orang-orang di rumah, "Dek, oleh-olehnya jangan lupa ya". Pergilah kami ke Malioboro. Pada saat itu, waktu menunjukkan pukul 20.00, sudah cukuo malam bagiku. Ternyata, Malioboro tidak menganggap itu malam. Malahan, banyak orang yang malah pergi ke sini di saat malam untuk merasakan "feel" yang lebih kental dari kota tua ini.

Berkeliling menyusuri setiap jengkal dari jalan Malioboro ini memang menyenangkan. Apalagi bersama teman-teman, semakin menyenangkan. Jual-beli, tawar-menawar, itulah yang ada. Entah kenapa itu menjadi kenangan tersendiri. Tak terasa, satu setengah jam telah berlalu. Sekarang, saatnya kami untuk pergi ke penginapan, dan beristirahat sejenak untuk mengisi tenaga yang akan digunakan untuk berpetualang besok.



-----------------TO BE CONTINUED---------------

Labels: ,




« older poststopnewer posts »