time capsule
introduction
nisa/achin. roller-coaster eighteen. indonesian. your future prescription reader. part-time writer, pardon my posts.

facebook, path: An Nisa Nur Laila
twitter, instagram, snapchat: achinlaila
about.me/achinlaila for all social media's links


affiliates
firends with inspiration
mas ipan | mb fildzah | kunin | fitria | atusta | yuuki | nastiti | ichak | marlina | hani | rial | fitrah | dithun | aditya | paradisa | saddhana | next?

your whisper
comment and critics about the blog. don't forget your name. xoxo.


memories
2012-2013's posts are eye-scratching. beware yourself.



Layout by Steff
iemai inspired
Titik Akhir | Jul 1, 2016

"Karena pada akhirnya, sebuah perubahan terhadap perilakumu adalah suatu ketidakmungkinan yang selalu kuusahakan, dan berakhir dengan kegagalan. Belum cukup dengan itu, kau menambahnya dengan bumbu kepedihan, yang mungkin akan membuat senyummu semakin merekah, dengan air mataku yang semakin mengalir deras."


"Kau merasa bahwa apa yang kau lakukan benar, tapi pernahkah kau bertanya tentang perilakumu itu kepada orang selain yang tampak pada saat kau bercermin?"


"Sungguh, membuat orang berada sampai di titik terbawahnya adalah keahlianmu, yang sebenarnya sudah kuketahui tapi tetap saja kuabaikan hanya untuk bisa bersamamu."


"Mungkin, waktu yang diberikan Tuhan untuk kita sudah mencapai batasnya. Kalau sudah begitu, apakah harus kusalahkan Tuhan atas keadaan ini?"


"Di saat malam yang tenang, di saat semesta membuatku memikirkanmu, apakah semesta juga membuatmu memikirkanku?"


"Selama ini, aku sudah mencoba bertahan. Sekuat dan selama yang kubisa. Apakah kau pernah mencoba, sedikit saja, menengok dan menanyakan bagaimana rasanya menjadi diriku?"


"Seringkali ku bertanya sendiri, apakah aku sebegitu tidak berharganya hingga dapat dilepaskan semudah itu?"


"Banyak yang bilang kalau kehidupan itu seperti roda. Ada kalanya dia berada di puncak, ada waktu di mana ia berada di bagian terendah, dan tentu saja tidak selamanya dia berputar, pasti akan digantikan dengan roda baru ketika dia aus atau tak dapat lagi berfungsi seperti seharusnya. Agaknya, aku merasa kita seperti roda tersebut. Hati kita sudah aus, saatnya diganti dengan yang baru."





"Terima kasih atas perjalanannya, selamat bertemu lagi di lain perjalanan dengan sejuta cerita yang berbeda. Kita sudah tak lagi sama, namun bolehlah kita berjalan beriringan dalam bingkai yang berbeda, dengan hati yang berbeda jua."

Labels:




« older poststopnewer posts »